Manfaatkan AI, Indonesia Siap Hadapi Risiko Global dengan Kolaborasi Internasional

Redaksi, Jurnalis
Senin 13 November 2023 14:59 WIB
Wamenkominfo, Neza Patria (Foto: Kominfo)
Share :

JAKARTA – Transformasi digital global kembali menjadi sorotan dengan upaya serius yang dilakukan oleh Indonesia dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyoroti pentingnya mitigasi risiko dan pemanfaatan teknologi AI secara produktif.

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Nezar Patria, menjelaskan komitmen Indonesia untuk memanfaatkan potensi AI, juga bersiap mengatasi risiko yang mungkin muncul. Hal ini disampaikannya dalam Indonesia Cyber Law Conference 2023 di Universitas Borobudur, Jakarta Timur, pada Sabtu (11/11/2023).

“Kita tidak bisa menghindar dari perkembangan teknologi, justru harus mampu merangkulnya dengan terus meningkatkan pengetahuan, agar penggunaan AI dapat mewujudkan masyarakat yang inklusif, memberdayakan, dan produktif,” ujar Wamen Nezar Patria.

Gagasan Indonesia terkait inklusivitas AI telah diungkapkan dalam AI Safety Summit 2023 di London, Inggris, di mana Indonesia turut mendorong kolaborasi global. Fokusnya bukan hanya pada regulasi AI di tingkat nasional, tetapi juga pada pengembangan kerangka kerja internasional yang inklusif.

“Pekan lalu saya baru saja menghadiri AI Safety Summit 2023. Ini menjadi salah satu wujud upaya bersama tingkat global untuk mendiskusikan penggunaan AI yang memprioritaskan keamanan dalam penggunaan dan pengembangan AI,” tambah Wamen Nezar Patria.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kominfo menegaskan kebutuhan untuk memprioritaskan keamanan AI demi menjaga integritas dan ketersediaan data. Selain itu, Wamen Nezar Patria juga menyoroti peran AI dalam mencegah penyebaran misinformasi, yang menjadi tantangan nyata di era digital saat ini.

Laporan McKinsey Tahun 2023 mencatat bahwa lebih dari 600 perusahaan global telah mengadopsi AI di berbagai sektor bisnis. Nilai pasar global AI mencapai 142,3 miliar dolar AS atau setara dengan Rp2,2 kuadriliun pada tahun 2023.

Di tingkat ASEAN, pemanfaatan teknologi AI berkontribusi terhadap PDB ASEAN sebesar 1 triliun dolar AS yang setara dengan Rp15,7 kuadriliun. Sementara Indonesia menyumbang sekitar 366 miliar dolar AS atau sekitar Rp5,7 kuadriliun dari jumlah tersebut.

Indonesia Cyber Law Conference 2023 menghadirkan tokoh praktisi AI dan hukum, seperti Presiden Kolaborasi Riset & Inovasi Kecerdasan Artificial Indonesia (KORIKA) Hammam Riza dan Guru Besar Fakultas Hukum Utrecht University Belanda Henk Addink.

Ini menjadi wadah penting bagi 700 peserta dari berbagai sektor untuk mendiskusikan peran AI dalam mewujudkan transformasi digital yang aman, inklusif, dan produktif. (Taja Aurora Bianca)

(Saliki Dwi Saputra )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya