JAKARTA – Terdapat sebuah asumsi yang menguasai pembicaraan di internet bahwa para pemimpin Hamas menggunakan ponsel dan perangkat elektronik Huawei yang memberikan keamanan tinggi sehingga mencegah intelijen Israel untuk meretasnya.
Beragam asumsi itu muncul di media sosial yang menyebutkan bahwa intelijen Israel dan pihak berwenang Barat tidak dapat mendeteksi rencana Hamas.
"Sekarang kita tahu mengapa Amerika Serikat (AS) sangat membenci Huawei. Jika Anda tidak ingin dimata-matai oleh CIA, belilah ponsel Huawei," ujar akun @BeijingDai di X. Akun ini sering membahas isu-isu teknologi, ekonomi, dan militer seputar Tiongkok.
Hal ini juga diungkapkan oleh mantan anggota Al-Qaeda yang direkrut sebagai mata-mata Inggris, Aimen Dean. Menurut Aimen, perangkat itulah yang akhirnya mampu menghancurkan sistem keamanan intelijen Israel.
"Bagi Anda yang bertanya-tanya tentang kegagalan badan intelijen Israel dalam mendeteksi rencana Hamas, salah satu faktornya adalah Huawei," ujarnya, dikutip dari akun X @AimenDean, Selasa (24/10/2023).
"Selama lebih dari 30 bulan terakhir, para pemimpin dan militan Hamas menggunakan ponsel, tablet, dan laptop Huawei!" Lanjutnya.
Dia juga menjelaskan detail mengapa sangat sulit untuk meretas ponsel Huawei dengan alasan bahwa Google dan perusahaan teknologi AS lainnya melarang perusahaan China tersebut untuk menggunakan sistem mereka sehingga memaksa Huawei untuk mengembangkan sistem internal sendiri yang tidak mudah diretas kecuali oleh China.
Kelompok militer Hamas sebelumnya mengumumkan sebuah operasi militer yang disebut "Banjir Al-Aqsa" terhadap Israel yang merupakan serangan terbesar dalam beberapa dekade terakhir.
Hamas melakukan serangan melalui Jalur Gaza. Mereka menyerbu Israel dan menyandera beberapa warga setempat. Foto dan video penyanderaan tersebut menjadi viral di media sosial. Sebagai balasannya, Israel membalas dengan serangan bersenjata.
(Saliki Dwi Saputra )