JAKARTA - Pemilik Tesla asal Skotlandia ini kecewa berat, gegara harus merogok kocek sebesar USD20.698 atau setara Rp324,2 juta untuk biaya perbaikan.
Kerusakan diketahui berasal dari baterainya, ini semua bermula saat Johnny Bacigalupa dan Rob Hussey menggunakan Tesla Model 3-nya saat kondisi hujan dan menerobos genangan air.
BACA JUGA:
Lalu tiba-tiba saja mobil listrik buatan Amerika Serikat itu mati mendadak. Mereka berupaya menyalakan kembali mobil tersebut, hanya usahanya nihil mobil canggih tersebut hanya tetap diam ditempat.
Alhasil mereka langsung mengontak bantuan bengkel resmi Tesla. Dari situlah mereka akhirnya diminta untuk membayar perkiraan biaya servis selangit.
"Saya jujurnya tidak percaya ini terjadi. Awalnya saya berpikir biaya penggantiannya hanya sekitar USD610. Begitu mereka bilang lebih dari USD20.000 saya langsung benar-benar kaget. Jantung saya sempat berhenti mendadak," ujar Johnny dikutip dari Autoblog, Selasa (17/10/2023).
"Ternyata baterai yang rusak karena kemasukan air, tidak masuk dalam garansi," ujarnya lebih lanjut.
BACA JUGA:
Saat ini Johnny masih belum memutuskan langkah perbaikan baterai pada mobil ramah lingkungan itu, bisa jadi mobil ini bisa mangkrak gegara ongkos perbaikan baterai terlalu tinggi.
"Apakah saya mau melanjutkan? Saya justru tidak bisa bicara lagi," katanya.