JAKARTA – Ini dia spesifikasi Iron Dome, rudal milik Israel untuk menggempur Gaza dioperasi badai Al-Aqsa. Iron Dome ini juga dikenal dengan nama kubah besi, dikembangkan perusahaan milik Israel, Rafael Advanced Defence Systems dengan dukungan penuh dari Amerika Serikat.
Dilansir dari berbagai sumber, Senin (8/10/2023) Iron Dome merupakan sistem pertahanan udara yang digunakan Israel untuk mencegat dan menghancurkan roket jarak pendek, peluru artileri, dan mortir yang diluncurkan dari jarak hingga 72 kilometer untuk melindungi wilayah sipil yang berada di jalur proyektil tersebut.
Iron Dome dikembangkan oleh Perusahaan Pertahanan Israel Rafael. Pengembangan Iron Dome dimulai pada Januari 2008 dan hampir selesai hanya dalam waktu dua setengah tahun. Sistem ini menggunakan pencegat unik dengan hulu ledak khusus yang meledakkan target apa pun di udara dalam hitungan detik.
Satu dekade sejak Kubah Besi mulai beroperasi, Israel kini memiliki 10 baterai yang dikerahkan di seluruh negeri, masing-masing dengan tiga hingga empat peluncur yang dapat menembakkan 20 rudal pencegat.
Sistem Iron Dome terdiri dari tiga elemen dasar, yaitu deteksi dan pelacakan radar, manajemen pertempuran, dan sistem kontrol senjata (BMC). Unit penembak rudal (MFU) dengan 20 rudal yang siap ditembakkan dari peluncur kontainer (tiga peluncur untuk satu baterai).
Sistem radar EL/M-2084 dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Israel, Elta. Sistem kontrol dikembangkan oleh perusahaan perangkat lunak Israel mPrest Systems, yang dipekerjakan oleh Rafael.
Radar mendeteksi kedatangan roket dan menginformasikan pusat kendali tentang kecepatan dan lintasan roket yang datang. Pusat kendali kemudian akan menghitung apakah roket yang datang akan menghantam area berpenduduk atau tidak.
Jika ya, roket akan diluncurkan dari bagian peluncur. Setiap peluncur dalam sistem ini terdiri dari 20 roket pencegat, yang masing-masing menerima pembaruan panduan secara konstan dari pusat kendali dan radar internal.
Sistem ini juga memiliki unit penembakan bergerak, yang dapat menampung 20 roket Tamir untuk mencegah tembakan yang masuk. Israel dilaporkan memiliki beberapa perangkat bergerak seperti ini, yang memiliki jangkauan sekitar 155 kilometer dan berharga 10 juta dolar AS per unit atau seharga Rp145,3 miliar rupiah.