JAKARTA - Italia identik dengan skuter klasik fenomenal yang lahir dari negara pizza itu. Sebut saja Vespa, Lambretta, Gilera, dan Malaguti.
Di antara nama-nama besar skutik Italia itu justru sebenarnya ada satu nama yang sebenarnya bisa mencuri perhatian. Hanya saja karena terlalu buruk nama itu justru seakan hendak dikubur dalam-dalam. Bukan hanya oleh penggemarnya tapi juga pembuatnya sendiri.
Penjualan Motor Listrik Seret, Standarisasi Baterai Menghambat?
Nama skuter itu adalah Ducati Brio 100. Bisa jadi Anda belum pernah mendengar nama skuter tersebut. Wajar karena memang Ducatio Brio 100 seperti dicoret dari sejarah Ducati.
Ian Falloon, penulis buku The Ducati Story saja benci dengan skuter klasik itu. Dia mengatakan Ducati Brio 100 sama sekali tidak menarik.
Bahkan dia malah mengatakan Ducati Brio 100 justru lebih buruk dari skuter pertama yang dibuat Ducati yakni Ducati Cruiser.
"Skuter ini sebuah bencana dari cerita pertama yang juga tidak menyenangkan," tulisnya singkat di buku yang diterbitkan oleh Motorbuch Verlag, seperti dikutip dari motorcyclespecs, Jumat (15/9/2023).
Soal Standarisasi Baterai Kendaraan Listrik, Begini Tantangannya
Ducati memang seakan salah arah dalam membuat skuter. Ducati Cruiser yang dirilis pada 1950-an entah kenapa tidak begitu diterima dengan baik oleh konsumen.
Masyarakat Italia justru lebih senang wara-wiri dengan Vespa dan Lambretta. Makanya dari situ banyak penggemar Ducati bingung kenapa kegagalan Ducati Cruiser justru diteruskan ke Ducati Brio 100 yang resmi diluncurkan pada 1962.
Kebencian mendalam itu justru membuat Ducati Brio 100 tidak sesuai namanya. Ducati memilih nama Brio yang dalam bahasa Italia artinya menyenangkan.
"Ducati meminta desainer Gio Ponti untuk merancang skuter itu. Hanya saja banyak yang mengkritik rancangannya sangat terpengaruh Lambretta," tulis situs Motorcyclespecs.
Orisinalitas itu yang akhirnya seakan membuat Ducati Brio 100 memang seperti jadi anak haram Ducati.
Apalagi Ducati Brio 100 seperti antitesa dari motor-motor sport khas Ducati yang kencang dan bertenaga besar.
Ducati Brio 100 hanya dibuat dengan dua pilihan mesin dua tak satu silinder 48 cc dan dua tak satu silinder 100 cc. Pelan dan tidak kencang.
Awalnya Ducati Brio 100 memang cukup baik diterima oleh pasar karena harganya yang sangat terjangkau. Hanya saja lama-kelamaan Ducati Brio 100 ditinggalkan karena Italia memiliki skuter yang juga tak kalah istimewa yakni Vespa.
"Ducati Brio 100 akhirnya lebih banyak digunakan sebagai motor patroli kepolisian Bologna," tulis laporan tersebut.
Wajar, karena Ducati sendiri berdiri di Borgo Panigale, Bologna, Italia.
Kini Ducati Brio 100 jadi barang yang sangat langka. Tidak ada satu pun kolektor yang berniat memburu skuter bersejarah dari Ducati itu.
Hanya kalangan antusias saja yang mencari-cari bahan Ducati Brio 100 yang tersisa. Seperti pada 2012 saat RM Auctions, Monako melelang Ducatio Brio 100 dengan harga 1.755 Euro atau setara Rp20,5 jutaan.
(Imantoko Kurniadi)