Pulau-pulau kecil yang rawan
Berdasarkan laporan IPBES, di Amerika Serikat tawon pembunuh yang mampu memusnahkan seluruh koloni lebah dalam satu serangan diperkirakan bisa sampai di tempat itu melalui pengiriman barang dari Asia. Hal ini disebabkan adanya volume perdagangan yang sangat besar di Eropa dan Amerika Utara yang mampu membawa invasif terbesar yang menyebabkan kerusakan.
Menurut penemuan, spesies invasif merupakan penyebab signifikan dari 60% kepunahan tanaman atau hewan yang terdokumentasi, salah satu dari lima penyebab utama bersama dengan hilangnya habitat, pemanasan global dan polusi. Pemicu ini saling berinteraksi hingga perubahan iklim mendorong spesies asing masuk ke perairan atau daratan yang baru menghangat, di mana spesies asli sering kali rentan terhadap penyusup yang belum pernah mereka temui.
Kebakaran mematikan yang menggempurkan kota Lahaina di Maui, Hawaii pada bulan lalu, sebagian dipicu oleh rumput kering yang diimpor beberapa dekade lalu untuk memberi makan ternak, yang menyebar ke perkebunan gula yang terbengkalai.
Perjanjian global untuk melindungi keanekaragaman hayati yang ditandatangani di Montreal Desember lalu menetapkan target untuk mengurangi laju penyebaran spesies asing invasif hingga setengahnya pada tahun 2030. Laporan IPBES menjabarkan strategi umum untuk mencapai tujuan ini, tetapi tidak menilai peluang tercapainya tujuan tersebut.
Upaya pemberantasan biasanya gagal di perairan yang luas maupun perairan terbuka, dan area yang cukup luas di lahan yang berdekatan. Daerah yang terbukti paling rentan adalah pulau-pulau kecil, di mana terdapat tingkat keberhasilan tertinggi dalam membasmi pengunjung yang tidak diinginkan, terutama tikus dan hewan lainnya. (Taja Aurora Bianca)
(Saliki Dwi Saputra )