Banyak Pekerja WFH Masih Tak Puas dengan Teknologi Perusahaan

Tangguh Yudha, Jurnalis
Sabtu 27 Mei 2023 18:25 WIB
Ilustrasi WFH. (Foto: Shutterstock)
Share :

MESKIPUN status pandemi sudah ditarik, tapi masih ada beberapa kantor yang menerapkan sistem kerja Work From Home (WFH). Beberapa kantor pun juga memilih untuk menerapkan kerja hybrid, yang artinya memadukan WFH dengan offline.

Perusahaan telekomunikasi Zen Internet merilis laporan baru tentang kerja jarak jauh di Inggris. Hasilnya mengungkap bahwa budaya kerja hybrid tersebut tidak disambut positif para karyawan di banyak perusahaan.

Sebagaimana dihimpun dari Techradar, penelitian menemukan satu dari lima pekerja jarak jauh tidak senang dengan budaya di tempat kerja mereka, meskipun sebenarnya ini bukanlah hal yang baru.

Penelitian yang berasal dari 1.000 pekerja jarak jauh dan 500 pembuat keputusan bisnis ini menyebut sebagian besar dari mereka mengeluhkan infrastruktur kerja yang kurang baik untuk mendukung kerja jarak jauh.

Hanya sebanyak 21% responden yang setuju bahwa perusahaan yang mereka tempati telah berjanji untuk berinvestasi dalam alat dan teknologi yang tepat untuk membuat kerja hybrid menjadi layak.

Para responden ini menyoroti kebutuhan besar akan tindakan dalam upaya untuk mempertahankan (apalagi menarik) bakat. Mereka juga menyebut kerja jarak jauh terbukti dalam banyak kasus memberikan hasil yang sama.

Tidak ada perbedaan signifikan antara kerja jarak jauh dengan kerja di kantor selain dari waktu yang lebih fleksibel. Hanya sepertiga (33%) yang melihat keseimbangan kehidupan kerja mereka meningkat.

Penelitian juga mengungkap hampir setengah (45%) dari pekerja yang bersangkutan percaya bahwa pemberi kerja mereka mempercayai bahwa mereka melakukan hak yang sama seperti yang dilakukan di kantor.

Sebagian besarnya (74%) telah menginstal atau sedang menjajaki penginstalan perangkat lunak pemantauan jarak jauh yang mana ini disebut akan memicu karyawan semakin tidak nyaman saat kerja jarak jauh.

Direktur Pelaksana Zen, Martin O'Donnell, mengatakan perusahaan harus memprioritaskan investasi pada firewall, konektivitas, dan komunikasi secara signifikan.

"Dengan teknologi yang mendukung budaya dan produktivitas pekerja rumahan untuk memastikan tingkat kinerja dan moral yang setara dengan apa yang mungkin diperoleh karyawan di kantor,” katanya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya