Pelayan Restoran Cepat Saji Wajib Cemas, Peranmu Mulai Tergantikan oleh AI

Tangguh Yudha, Jurnalis
Rabu 10 Mei 2023 16:38 WIB
Ilustrasi Pelayan Restoran. (Foto: Shutterstock)
Share :

PENGGUNAAN Artificial Iintelligence (AI) dikhawatirkan akan menggeser peran manusia. Hal inilah yang membuat Geoffrey Hinton, yang disebut Godfather of AI, kemudian meninggalkan Google.

Tentu hal ini bukan tanpa alasan, penggunaan AI memang semakin membuat beberapa bidang pekerjaan tergantikan. Laporan terbaru menyebut AI saat ini sudah menggantikan tugas pelayan restoran.

Sebagaimana dihimpun dari TechSpot, restoran cepat saji Wendy's telah bermitra dengan Google untuk menguji coba chatbot kecerdasan buatan di salah satu restorannya di negara bagian di Ohio.

AI dalam bentuk chatbot tengan dilatih oleh kedua perusahaan untuk memahami bagaimana pelanggan biasanya memesan item dari menu dan berinteraksi secara alami sebelum nantinya AI dipekerjakan di area drive-thru.

Menurut Kepala Eksekutif Wendy Todd Penegor, chatbot AI akan sangat komunikatif. Ia menggadang-gadang, pelanggan bisa-bisa tidak menyadari bahwa ia sedang berbicara dengan robot, alih-alih pelayanan manusia.

Laporan menyebut insinyur perangkat lunak Google dan pihak Wendy's secara bersama-sama mengubah model bahasa AI yang besar untuk dikerucutkan pada kata kunci dan frasa khusus berbahasa slang untuk pemesanan menu.

Mereka juga sedang berupaya agar AI bisa mengabaikan obrolan latar belakang dari orang lain di dalam kendaraan yang berbicara, pemutaran radio, atau bahkan mesin yang keras dan nada knalpot untuk fokus pada pesanan.

Kevin Vasconi, kepala petugas informasi Wendy, mengatakan tes awal cukup menjanjikan. Ia mengklaim pelayanan yang diberikan AI mungkin rata-rata lebih baik dari manusia sehingga layanan akan diluncurkan Juni mendatang.

Untuk diketahui, semakin berkembangnya AI, disebut banyak pihak daoat menggeser banyak posisi pekerjaan yang dilakukan oleh manusia. Banyak ahli yang khawatir ini terjadi dalam waktu dekat.

Sejumlah studi mencatat ada cukup banyak daftar pekerjaan yang rentan digantikan dengan AI. Saking banyaknya, studi yang dilakukan Universitas Oxford menemukan bahwa 47% pekerjaan AS dapat dihilangkan oleh AI.

Studi lain, yang dilakukan Goldman Sachs baru-baru ini menemukan bahwa AI generatif bahkan dapat memengaruhi 300 juta pekerjaan penuh waktu di seluruh dunia. Ini disebut dapat menyebabkan gangguan di pasar kerja.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya