JAKARTA – Ada sebagian orang yang memodifikasi motor untuk sekedar gaya atau mengikuti tren, seperti halnya menggunakan knalpot “brong”. Lalu, apa dampak menggunakan knalpot brong pada motor?
Meski dilarang pihak kepolisian, namun sebagian pengendara motor menganggap suara yang dikeluarkan knalpot brong lebih gahar dan gagah ketimbang knalpot bawaan pabrikan.
Suara yang dihasilkan knalpot brong memang lebih besar atau kasar dibanding knalpot standar. Suara bising inilah yang membuat pihak berwajib tak henti-hentinya merazia kendaraan yang menggunakan knalpot brong.
Jika dilihat dari fungsinya, knalpot adalah komponen kendaraan untuk membuang hasil pembakaran mesin. Semakin besar lubang knalpot, maka semakin besar pula suara yang dihasilkan.
Penggunaan knalpot brong atau racing berdampak buruk pada mesin apabila digunakan dalam jangka panjang. Selain itu, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) motor berknalpot brong lebih boros dibanding knalpot standar.
“Iya bisa lebih boros BBM, lebih plong soalnya pembuangannya. Sama saja bisa lebih boros nggak disetel ulang, apalagi disetel ulang bisa jadi semakin boros,” kata Achmad Mujahid, Mekanik Kawasaki Kebon Jeruk kepada MNC Portal.
Menurut Achmad, knalpot brong membuat mesin menjadi lebih cepat panas karena pembakaran menjadi lebih kering. Selain itu, komponen dalam mesin motor juga menjadi lebih cepat aus.
“Bisa rusak mesin (pakai knalpot brong). Tapi nggak langsung, jangka panjang bisa sampai turun mesin. Kecuali dalemannya diubah jadi yang udah tahan sama panas, ibaratnya udah setelan racing lah,” ujar Achmad.
Ia menambahkan, sifat knalpot brong atau racing minim hambatan atau sekat di dalam peredam (silencer) lebih sedikit. Hal inilah yang menjadi penyebab knalpot brong mengeluarkan suara yang mengganggu.
Penggunaan knalpot brong pada motor injeksi harus diikuti dengan pengaturan ECU. Tanpa mengatur ECU, sensor akan mengirim sinyal berbeda pada ECU dan membuat putaran mesin tidak stabil dan dapat menimbulkan masalah lain.
(Citra Dara Vresti Trisna)