DERETAN PO bus paling populer di Jawa Timur dan menjadi alternatif transportasi masyarakat untuk bepergian selama 5 dekade terakhir. Selain menawarkan harga lebih ekonomis, PO bus juga memiliki armada yang cukup banyak dengan jadwal keberangkatan lebih padat.
Kali ini Okezone akan membahas enam PO bus paling populer asal Jawa Timur sebagai berikut:
1.PO Mila Sejahtera
PO Mila Sejahtera merupakan salah satu perusahaan otobus terkenal asal Probolinggo, Jawa Timur yang didirikan oleh Hartoyo. Dengan slogan ‘berangkat terakhir sampai duluan’, PO bus ini merupakan salah satu penguasa jalanan selama 46 tahun.
2.PO Kalisari
Beroperasi sejak tahun 1961, membuat Kalisari menjadi salah satu PO bus yang dekat dengan masyarakat Jawa Timur, terutama Surabaya. Selain melayani jasa pariwisata, perusahaan otobus yang didirikan oleh Sulistijo Tjitrowirjo ini juga menjajali perjalanan antarkota dari Surabaya-Malang.
3.PO AKAS
Jauh sebelum Kalisari beroperasi, PO AKAS telah lebih dahulu merajai jalanan di Jawa Timur. Perusahaan otobus tersebut didirikan oleh Haji Karman Amat di Probolinggo, Jawa Timur, pada 1956. Dengan lebih dari 2.000 armada, tak heran perusahaan otobus satu ini salah satu yang terpopuler bagi masyarakat Jawa Timur.
4.PO Solaris Jaya
Berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur, Solaris Jaya tercatat sebagai salah satu PO bus populer di kalangan masyarakat Jawa Timur. Perusahaan otobus satu ini melayani rute di beberapa kota di Pulau Jawa, Bali, Lombok, hingga sebagian kota di Sumatera.
5.PO Eka Mira Prima Sentosa
Perusahaan otobus yang berbasis di Mojokerto, Jawa Timur ini pertama kali didirikan Samuel Nathan Ivanno dengan nama PO Flores, pada 1971. Kala itu, bus ini melayani rute Malang-Surabaya-Ponorogo/Magetan. Dalam perjalanannya, PO bus sepi penumpang hingga Samuel merebranding perusahaannya dengan nama PO Eka Mira, pada 1990.
6.PO Harapan Jaya
Didirikan sejak tahun 1972 di Tulungagung, PO Harapan Jaya telah dikenal luas oleh masyarakat Jawa Timur. PO bus dengan 250 armada itu kini melayani rute Tulungagung-Surabaya dengan fasilitas bus double decker.
(RIN)
(Rani Hardjanti)