Luhut: Elon Musk Bakal Dirikan Pabrik di Indonesia

Muhamad Fadli Ramadan, Jurnalis
Rabu 30 November 2022 23:34 WIB
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan optimistis produsen mobil listrik asal Amerika Serikat akan segera mendirikan pabrik di Indonesia dalam waktu dekat.

Belum lama ini Menkmarves Luhut Binsar bertemu dengan pendiri Tesla, Elon Musk. Bahkan, Luhut diajak berkeliling pabrik Tesla untuk melihat mobil listrik tersebut.

“Saya sudah bilang sama Tesla, ‘kalau kamu bikin pabrik di sini (Indonesia) pasti akan naik (penjualannya), nggak ada yang nggak naik’,” kata Luhut seperti dikutip dalam kanal YouTube Permata Bank, Rabu (30/11/2022).

Namun, Luhut menegaskan belum bisa menjelaskan secara detail kepada publik seperti apa diskusi yang terjalin antara Indonesia dengan Tesla. Pasalnya, itu bersifat Non-Disclosure Agreement (NDA).

“Tapi saya masih NDA dengan mereka, jadi saya nggak boleh cerita sama kalian (publik), apa yang sedang kita selesaikan dengan mereka. Tapi saya yakin mereka pasti dayang ke kita (Indonesia),” ujar Menkomarves.

Luhut mengaku, saat berkunjung ke markas Tesla dirinya telah membicarakan beragam hal, termasuk keuntungan yang didapatkan. Menurutnya, salah satu keuntungannya adalah biaya produksi akan lebih murah dibandingkan negara lain.

“Besok kita bicara lagi sama mereka (Tesla), kita lihat mereka mau lari kemana. Material ada di kita, biaya kita lebih murah bisa 5 sen (Rp1.903) per kWh harga listrik,” ujarnya.

“Transportasi dari raw material USD 2, dia bawa ke China bisa USD 15-20, harga listrik 10-12 sen per kWh. Siapa bisa lawan kita?”

Menkomarves Luhut Binsar menyampaikan bahwa Indonesia juga sedang berdiskusi dengan beberapa pabrikan besar seperti Ford, BASF, dan Volkswagen Group, untuk berinvestasi lebih besar. Selain itu, Luhut mengaku Indonesia punya semua bahan yang dibutuhkan.

“Nantinya, 2024 kuartal ketiga kita akan produksi baterai. Pada 2028, kita akan menjadi produsen baterai terbesar di dunia,” ungkap Luhut.

“Memang benar di awal-awal itu saya lihat Tiongkok yang paling biasa diajak ngomong untuk dia investasi. Tapi setelah sekarang orang lihat, kita bangun industrinya, kita ajak yang lain, semua lari ke kita,” ucapnya.

(Citra Dara Vresti Trisna)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya