“Pastikan motor yang dikonversi itu bukan motor baru, jadi kita lagi bersama-sama untuk mempelajari ini efeknya seberapa jauh. Kalau nanti ternyata hitungannya memungkinkan, maka kita siap memberikan pembiayaan,” ujar Made.
Beberapa waktu lalu, Ketuka Ikatan Motor Indonesia (IMI) sekaligus Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah mempermudah proses konversi.
“Pertama pabrikan atau home industri yang melakukan konversi, setelah motor pertama yang mereka konversi lulus uji tipe, seharusnya motor berikutnya tak perlu melakukan pengujian lagi,” kata Bamsoet.
(Citra Dara Vresti Trisna)