Australia Tuduh Rusia Curi Jutaan Data Asuransi Kesehatan Warganya

Muhamad Fadli Ramadan, Jurnalis
Minggu 13 November 2022 18:04 WIB
Australia tuduh Rusia curi jutaan data asuransi kesehatan warganya (Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - Pejabat Australia menuding hacker Rusia telah mencuri jutaan data asurasi kesehatan dan catatan medis milik warganya, dan menjualnya di dark web.

Polisi Australia juga mengatakan mereka telah mengidentifikasi individu peretas Rusia yang bertanggung jawab mencuri dan merilis data pasien, termasuk detail aborsi dan kecanduan narkoba, dari perusahaan asuransi kesehatan swasta terbesar di negara itu.

Dikutip dari CNBC, Minggu (13/11/2022), Polisi Federal Australia mengungkapkan data pribadi pelanggan Medibank dan mantan pelanggan Medibank yang dicuri mencapai 9,7 juta. Pencuri juga meminta tebusan sebesar USD 9,7 juta ayau setara Rp150 miliar.

Komisaris Polisi Federal Australia Reece Kershaw mengatakan sekelompok penjahat dunia maya yang beroperasi di Rusia dituding bertanggung jawab atas serangan Medibank serta pelanggaran keamanan signifikan lainnya di seluruh dunia.

“Kami yakin kami tahu individu mana yang bertanggung jawab, tetapi saya tidak akan menyebutkan nama mereka. Apa yang akan saya katakan adalah bahwa kami akan mengadakan pembicaraan dengan penegak hukum Rusia tentang orang-orang ini,” kata Kershaw.

Perdana Menteri Anthony Albanese, yang merupakan pelanggan Medibank menjadi salah satu orang yang datanya dicuri mengatakan bahwa telah memberi wewenang kepada kepolisian untuk mengungkap dari mana serangan itu berasal.

“Kami tahu dari mana mereka berasal, kami tahu siapa yang bertanggung jawab, dan kami mengatakan bahwa mereka harus dimintai pertanggungjawaban. Negara asal serangan ini juga harus dimintai pertanggungjawaban atas serangan menjijikkan itu, dan pengungkapan informasi termasuk informasi yang sangat personal dan pribadi,” ujar Albanese.

Kebocoran pertama dipilih untuk menyebabkan kerugian maksimal dengan memperlihatkan data mereka yang menerima perawatan terkait penyalahgunaan narkoba, infeksi menular seksual, atau aborsi.

Melihat hal tersebut, Reece Kershaw mengatakan para peretas diyakini mendapatkan dukungan dari orang-orang yang tinggal di luar Rusia. Ini memberikan keamanan dan jaringan yang lebih luas untuk menjual data korban yang diretas.

“Penjahat dunia maya ini beroperasi seperti bisnis dengan berafiliasi dan rekanan yang mendukung bisnis tersebut. Kami juga percaya bahwa beberapa afiliasi mungkin berasal dari negara lainnya,” ucap Kershaw.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya