JAKARTA - Ada beberapa mitos seputar mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang masih dipercaya masyarakat. Mitos salah kaprah itu dipercaya masyarakat tanpa disertai pembuktian ilmiah yang didapatkan dari serangkaian pengujian berdasarkan data.
Salah satu mitos yang dipercaya adalah mengisi BBM di malam hari akan mendapat lebih banyak dari yang seharusnya. Selain itu, mitos sejenis yang juga dipercaya adalah mengisi bensin pada pagi hari dapat membuat motor lebih irit dibandingkan pada siang atau sore hari.
Sebagian lainnya beranggapan bahwa material bensin yang memadat di suhu rendah membuat pembakaran kian optimal dan menghasilkan tenaga yang lebih besar. Lalu, benarkah mitos tersebut?
Sifat dasar bensin yang dapat memadat di suhu rendah tidak bisa jadi pembenaran bahwa mengisi bensin pada pagi hari dapat meningkatkan efisiensi.
Sekadar informasi, BBM masuk dalam kategori Bahan Berhabaya dan Beracun (B3). Oleh karena itu, setiap aktivitas yang berkaitan dengan bensin memerlukan perlakuan khusus, baik pada pengiriman, penyimpanan bensin di SPBU sampai ketika mengalirkannya ke kendaraan konsumen.
Setiap SPBU memiliki standar yang sama dalam hal penyimpanan bahan bakar, yakni disimpan di bawah tanah yang dilapisi dengan beton. Hal ini dilakukan untuk alasan keamanan.
Selain itu, penyimpanan di dalam tanah membuat bensin tidak terkontaminasi suhu di luar yang dapat memicu reaksi yang tidak diinginkan. Dengan kata lain, penyimpanan bahan bakar di dalam tanah membuat suhu bensin tidak berubah baik pada pagi hari atau siang hari.
Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa mengisi bahan bakar pada pagi hari tidak meningkatkan efisiensi bahan bakar. Justru suhu di dalam tangki kendaraan yang dapat berubah-ubah dapat mempengaruhi penguapan bensin.
Mobil yang digunakan untuk perjalanan jarak jauh berpotensi terjadi penguapan karena suhu di dalam tangki relatif panas karena pengaruh panas mesin. Hal ini juga dapat menjadi pemicu penguapan bensin di dalam tangki.
Di luar mitos tersebut, ada hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi penguapan bensin di dalam tangki, yakni dengan menunggu suhu pada mesin dan tangki menurun.
Selain itu, pemilik kendaraan juga dapat mengantisipasi penguapan dengan mendengarkan bunyi mendesis saat pengisian bahan bakar. Bunyi tersebut muncul karena pengaktifan Evaporative Fuel Recovery System (EFRS).
Memaksakan mengisi penuh bahan bakar saat terdengar bunyi desisan tersebut membuat EFRS kesulitan mengatur tekanan dalam tangki sehingga bensin rawan keluar atau menguap.
(Citra Dara Vresti Trisna)