JAKARTA - Keberadaan power bank terbilang sangat membantu para pengguna gawai (gadget) untuk memastikan perangkat mereka tetap aktif atau tidak kehabisan daya baterai.
Diketahui, konsep power bank pertama kali diperkenalkan di Consumer Electronics Show (CES) Las Vegas pada tahun 2001, saat itu bentuk dan desainnya masih besar dan jauh dari kata compact, kapasitasnya juga kecil dan memiliki siklus hidup yang pendek.
Kini, setelah lebih dari 2 dekade berlalu, berbagai macam power bank semakin banyak beredar di pasaran dengan fiturnya yang semakin canggih dan ukuran yang lebih kecil sehingga mudah untuk dibawa kemana saja.
Meski demikian, power bank masih tidak luput dari keluhan penggunanya; mulai dari pengisian daya yang memakan waktu lama hingga timbulnya panas berlebih yang membuat pengguna ragu akan keamanan pemakaian power bank.
Hal ini pula yang tentunya menjadi dorongan bagi jenama untuk terus berinovasi menghadirkan produk yang lebih berkualitas lagi. Saat ini, charger menawarkan teknologi Galium Nitrida (GaN).
Dikutip dari Antara, Minggu (23/10/2022), dahulu kebanyakan power bank menggunakan bahan silikon pada bagian mesinnya. Namun, kini itu dapat digantikan oleh Galium Nitrida (GaN), sebuah material baru yang menggantikan bahan silikon klasik dalam elektronik.
Silikon merupakan konduktor listrik yang baik tetapi diklaim tidak secepat dan seefisien GaN. Karena GaN jauh lebih efektif daripada silikon, charger juga kini dapat berukuran jauh lebih kecil dan lebih efisien karena sedikit energi yang hilang karena panas.