Benarkah Pertalite Lebih Boros dari Sebelumnya? Ini Penjelasan Pertamina dan Akademisi

Rizky Fauzan, Jurnalis
Kamis 22 September 2022 11:11 WIB
SPBU (dok Sindonews)
Share :

Hal itu, kata dia terkait densitas yang berubah. Masalahnya, kata Tri, dalam spesifikasi minyak dan gas sebagai syarat boleh tidaknya bahan bakar dijual di Indonesia, tidak diperhitungkan soal nilai kalori.

“Karena itu tidak ada ketentuan nilai kalori dalam spesifikasi,” ujar dia.

Kondisi itu menurut Tri berlaku umum pada transaksi bahan bakar transportasi komersial. Berbeda misalnya pada batu bara yang harganya justru ditentukan oleh nilai kalori. Atau pada industri, ada yang menerapkan standar internasional BBM pada suhu 15 derajat Celsius.

“Di bahan bakar kita tidak mengenal itu, kenalnya cuma rupiah per liter,” katanya.

Beberapa hari lalu Pertamina menanggapi isu tersebut, bahwa tidak ada perubahan dalam spesifikasi produksi Pertalite. Soal jawaban itu, Tri merespons, “Ya memang, tapi ada kemungkinan nilai kalorinya yang berubah.”

Perubahan itu disebutnya bukan disengaja.

“Nggak, itu tergantung dari minyak buminya,” katanya lagi.

Dari sumur minyak bumi yang sama, Tri menuturkan, hasilnya bisa berbeda ketika diolah menjadi bahan bakar.

Kilang hanya memproses namun sifat-sifat senyawa merupakan bawaan dari minyak bumi. Karena itu pula nilai densitas di berbagai SPBU bisa berbeda sehingga tidak setiap pengguna merasa boros bahan bakar.

(Kurniawati Hasjanah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya