Guillemette Gauquelin-Koch, kepala penelitian kedokteran di badan antariksa CNES Prancis menyampaikan, keadaan tanpa bobot yang dialami di luar angkasa adalah bentuk dari tidak aktifnya fisik paling drastis yang pernah ada.
“Bahkan dengan olahraga dua jam sehari (di luar angkasa), Anda seperti terbaring di tempat tidur selama 22 jam (di Bumi),” ungkap dokter yang bukan bagian dari penelitian tersebut.
"Tidak akan mudah bagi kru untuk menginjakkan kaki di tanah Mars ketika mereka tiba, itu sangat melumpuhkan," tambahnya.
Semetara itu, studi baru yang diterbitkan dalam Scientific Reports ini juga menunjukkan bagaimana penerbangan luar angkasa mengubah struktur tulang itu sendiri.
Boyd menerangkan, jika Anda memikirkan tulang-tulang tubuh seperti Menara Eiffel, seolah-olah beberapa batang logam penghubung yang menahan struktur itu hilang.
(Ahmad Muhajir)