JAKARTA - Perusahaan teknologi kualitas udara Swiss, IQAir, merilis laporan terbaru tentang kualitas udara dunia periode 2021, menunjukkan Indonesia jadi negara dengan polusi udara terburuk di Asia Tenggara.
Diolah dari keterangan resminya, Jumat (8/4/2022), laporan Kualitas Udara Dunia 2021 dari IQAir ini, menganalisis pengukuran polusi udara PM2.5 dari stasiun pemantauan udara di 6.475 kota yang tersebar di 117 negara, kawasan, dan wilayah.
"Hanya tiga persen kota dan tidak ada satu negara pun yang memenuhi pedoman kualitas udara tahunan PM2.5 terbaru WHO," tulis IQAir.
CEO IQAir Frank Hammes menyampaikan, ini merupakan fakta yang mengejutkan bahwa tidak ada kota atau negara besar yang menyediakan udara yang aman dan sehat bagi warganya berdasarkan pedoman kualitas udara terbaru dari WHO.
"Laporan ini menggarisbawahi betapa banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa setiap orang memiliki udara yang aman, bersih, dan sehat untuk dihirup. Saatnya untuk bertindak adalah sekarang," tegas Hammes.
Polusi partikel halus, yang dikenal sebagai PM2.5, umumnya dipahami sebagai polutan udara yang paling berbahaya dan dipantau secara luas.
Partikel ini, telah ditemukan sebagai faktor utama yang berkontribusi terhadap efek kesehatan seperti asma, stroke, penyakit jantung dan paru-paru. PM2.5 menyebabkan jutaan kematian dini setiap tahun.