Peneliti Sebut Kemunculan Petir di Bumi Menurun Selama Lockdown, Apa Penyebabnya?

Ahmad Muhajir, Jurnalis
Selasa 22 Maret 2022 11:04 WIB
Peneliti sebut kemunculan petir di Bumi menurun selama lockdown, apa penyebabnya? (Foto: Shutterstock)
Share :

Pengurangan polusi ini, kemungkinan merupakan alasan utama mengapa Williams dan rekan-rekannya mengamati penurunan aktivitas petir, yang mencakup kilat yang menyambar tanah, serta kilat di dalam awan, serta dan kilat di antara awan dan udara.

Salah satu metode peneliti, yang merekam banyak kilatan intracloud (jenis petir yang paling umum), mengukur 19% lebih sedikit kilatan pada Maret 2020 hingga Mei 2020, dibandingkan dengan jumlah rata-rata kilatan petir pada periode tiga bulan yang sama pada tahun 2018, 2019, dan 2021.

"Sembilan belas persen pengurangan merupakan angka yang cukup besar," ujar Williams.

Selanjutnya, timnya menganalisis resonansi elektromagnetik global dengan metode lain yang disebut resonansi Schumann.

Williams menjelaskan, intensitasnya dianggap sebanding dengan jumlah kilatan petir yang terjadi, dan pengukuran ini juga menunjukkan ada lebih sedikit petir selama 2020.

Selain itu, tempat-tempat dengan pengurangan aerosol atmosfer yang lebih signifikan disebut cenderung memiliki pengurangan petir terbesar.

Misalnya, Asia Tenggara, Eropa, dan sebagian besar Afrika telah mengalami beberapa pengurangan terbesar baik dalam kasus aerosol di atmosfer dan kilat, sementara Amerika mengalami perubahan yang tidak terlalu dramatis.

Williams mengaku, dia tidak yakin mengapa ada penurunan konsentrasi aerosol yang lebih lemah di Amerika, tetapi dia berpendapat jika peningkatan konsentrasi aerosol di Amerika Selatan bagian utara dapat disebabkan oleh kebakaran.

Salah satu alasan peneliti ingin memahami petir adalah karena petir memengaruhi atmosfer. Sambaran petir menghasilkan nitrogen oksida, yang berkontribusi terhadap polusi udara.

"Kimia atmosfer itu pasti dipengaruhi oleh aktivitas petir," papar Williams.

(Ahmad Muhajir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya