Peneliti Sebut Kemunculan Petir di Bumi Menurun Selama Lockdown, Apa Penyebabnya?

Ahmad Muhajir, Jurnalis
Selasa 22 Maret 2022 11:04 WIB
Peneliti sebut kemunculan petir di Bumi menurun selama lockdown, apa penyebabnya? (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Pada musim semi 2020, ketika virus corona menyebar (pandemi Covid-19), banyak negara-negara di dunia memberlakukan lockdown (karantina wilayah).

Selama periode karantian wilayah saat pandemi Covid-19 di 2020, manusia menggunakan lebih sedikit energi dan banyak menghabiskan waktu untuk beraktivitas di rumah masing-masing.

Dilansir dari Discover Magazine, Selasa (22/3/2022), akibatnya udara dan air menjadi lebih bersih, lebih sedikit hewan yang terbunuh oleh kendaraan, dan dunia menjadi lebih tenang.

Sekarang, para peneliti berpikir mereka telah menemukan dampak lain dari lockdown, yakni lebih sedikit kemunculan petir di musim semi 2020.

Para ilmuwan percaya, partikel kecil di atmosfer yang disebut aerosol berkontribusi terhadap kemunculan petir, dan aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil melepaskan aerosol.

Sebuah penelitian yang diterbitkan tahun lalu menunjukkan, karena manusia melepaskan lebih sedikit aerosol selama lockdown, konsentrasi aerosol di atmosfer menurun.

Bulan lalu, para peneliti pada pertemuan American Geophysical Union di New Orleans mempresentasikan temuan yang menerangkan jika penurunan aerosol atmosfer ini bertepatan dengan penurunan petir.

Earle Williams, ahli meteorologi fisik di Massachusetts Institute of Technology yang mempresentasikan penelitian tersebut, mengatakan timnya menggunakan tiga metode berbeda untuk mengukur aktivitas petir.

"Semua hasil menunjukkan tren yang sama, yaitu aktivitas petir berkurang terkait dengan tingkat konsentrasi aerosol yang berkurang," kata Williams.

Dia mengutarakan, ketika negara-negara menerapkan lockdown pada awal pandemi Covid-19, manusia mengeluarkan lebih sedikit aerosol ke atmosfer.

Produksi di pembangkit listrik yang membakar bahan bakar fosil turun. Orang-orang juga mengemudi lebih sedikit. Lalu lintas mobil memiliki dampak besar pada produksi aerosol permukaan. Demikian pula, polusi dari perjalanan udara menurun secara signifikan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya