Selain itu, saluran TV milik pemerintah Rusia juga tidak lepas dari incaran. kelompok Anonymous menayangkan konten pro-Ukraina, termasuk lagu-lagu patriotik dan gambar dari invasi.
Meski demikian, menurut Konsultan di perusahaan keamanan siber AS Mandiant, Jamie Collier, sulit untuk mengetahui apakah serangan yang diterima Rusia benar-benar berasal dari Anonymous.
Namun, mengingat Anonymous memiliki rekam jejak dalam melakukan kegiatan semacam ini, dan sangat sesuai dengan kemampuan mereka, bukan sesuatu yang tidak mungkin.
RT sendiri secara terbuka mengakui bahwa serangan memang dilancarkan oleh Anonymous. Media pemerintah Rusia itu, mengklaim serangan dilancarkan dari AS setelah mereka menerbitkan deklarasi perangnya.
"Setelah pernyataan oleh Anonymous, situs web RT menjadi sasaran serangan DDoS besar-besaran dari sekitar 100 juta perangkat, sebagian besar berbasis di AS," ujar juru bicara RT.
(Ahmad Muhajir)