JAKARTA - Ukraina diketahui sedang digempur Rusia di dunia nyata, tetapi laporan terbaru menyebutkan bahwa negara itu juga menghadapi serangan siber secara masif.
Hal ini, diakui langsung oleh pemerintahnya. Disebut bahwa Ukraina sedang mengalami serangan siber yang sangat berbeda dari yang pernah dialami sebelumnya.
Dilansir dari BBC, Jumat (25/2/2022), serangan siber menargetkan beberapa situs bank dan juga departemen pemerintahan. Akibatnya, situs-situs tersebut menjadi tidak bisa diakses dan malah menampilkan pesan peringatan kepada pemerintah Ukraina.
Pihak Ukraina menyatakan, para hacker menggunakan Distributed Denial of Service (DDoS) tercanggih yang ada saat ini dalam melancarkan peretasan.
DDos sendiri, dapat membuat lalu lintas server berjalan dengan beban yang berat sampai tidak bisa lagi menampung koneksi dari user lain.