Perhatikan label botol oli
Langkah ketiga, Anda dapat memerhatikan kondisi label tutup botol oli tersebut. Biasanya pabrikan memiliki desain hologram khusus sebagai bentuk keaslian olinya. Namun sayangnya, oknum nakal saat ini sudah memiliki keterampilan yang tinggi dalam menyerupai label botol tersebut.
Meski begitu, Anda bisa juga membedakan mana oli asli dan yang palsu dengan teliti. Terlihat dari logo warna kemasan yang biasanya menggunakan digital printing kualitas rendah yang memberikan warna kusam yang akan menambah rasa kecurigaan Anda dalam membeli oli tersebut.
Teknologi barcode pada tutup botol
Ini merupakan teknologi baru yang mulai disematkan pada produsen oli berbagai merk. Cara ini diterapkan untuk menyulitkan sekaligus meminimalisir oknum nakal dalam memalsukan oli. Saat ini, teknologi tersebut dinilai efektif dan memudahkan masyarakat pengguna kendaraan dalam membeli oli.
Caranya dengan men-scan barcode atau memasukkan kode ke dalam wabsite resmi. Jika ditemukan simbol ceklis itu merupakan tanda bahwa oli tersebut asli dan aman digunakan. Teknik tersebut hanya bisa digunakan sekali saja untuk menghindari pemalsuan.
Mencium bau oli dan lihat warnanya
Oli memiliki ciri khas dengan tidak berbau dan berwarna bening. Sementara oli palsu akan terlihat berwarna lebih keruh dan biasanya berbau gosong. Anda tentu cepat membedakan dan terlihat jelas produksi oli asli buatan pabrik dengan oli olahan tangan manusia dengan segala keterbatasan alat dan keuangan demi meraup untung besar.
(Kurniawati Hasjanah)