Selain demam tinggi, Fitra mengaku tidak bisa makan dan bahkan indra penciumannya menghilang. Setelah 5 hari isolasi mandiri dokter yang menanganinya, melihat saturasinya rendah, lemas dan panas pun tidak kunjung turun, seingga dokter menyarankannya ke rumah sakit.
"Ada yang bertanya kok bapak cepet banget dapat rumah sakit, kebetulan program isolasi mandiri saya, selain untuk mengawasi kalau keadaan jadi gawat itu mereka menyediakan ruangan makanya program ini cukup mahal juga karena ada jaminan untuk mendapatkan ruangan" ujarnya.
Dirinya bersyukur mendapat ruangan di rumah sakit untuk menjalani perawatan, meski waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan ruangan cukup agak lama.
“Alhamdulilah pada saat butuh saya dapet ruangan walaupun itu juga proses nyarinya dari rumah sakit juga sekitar 6 jam akhirnya saya dijemput oleh ambulan dan dibawa ke rumah sakit, sampai di rumah sakit itu semuanya langsung ditanganin,” katanya.
Tak lupa Fitra Eri juga meminta doa agar bisa melalui ujian tersebut. Dirinya pun berterima kasih kepada seluruh teman dan kolega yang telah mendukungnya selama ini.
(Rizka Diputra)