JAKARTA - Pengereman atau rem menjadi salah satu faktor yang paling penting dalam sebuah kendaraan. Apa jadinya jika rem tersebut menjadi blong.
Pengereman harus berfungsi dengan maksimal setiap digunakan. Jika tidak ingin sistem pengereman tidak mampu bekerja dengan baik, perlu dilakukan perawatan secara berkala.
Berikut lima penyebab rem blong seperti dilansir dari Blog Auto2000, Senin (17/5/2021):
1. Uap Air
Uap air bisa menjadi penyebab dari rem blong. Uap air biasanya dihasilkan dari proses oksidasi. Ketika ada udara masuk ke dalam sistem pengereman, maka muncul uap air.
Ketika dibiarkan terus menerus, uap air mampu membuat minyak rem terasa panas. Alhasil, sistem pengereman pun terganggu, sehingga tekanan di dalamnya turun dan mengakibatkan rem tidak bisa berfungsi dengan optimal.
2. Jarang Dirawat
Perawatan sistem pengereman memang tidak boleh terlewatkan. Fitur dari komponen ini sangatlah penting dalam menjaga keselamatan diri beserta keluarga selama berkendara.
3. Kurangnya Minyak Rem
Kondisi ini membuat sistem pengereman mobil menjadi semakin sulit untuk dikendalikan. Ketika mobil melaju dan ingin dihentikan, maka rem tidak akan bekerja maksimal.
Oleh karena itu, ketersediaan minyak rem dalam kondisi yang cukup sangat diperlukan.
4. Kualitas Minyak Rem yang Buruk
Minyak rem terdiri dari berbagai macam merek. Tentu saja hal ini membuat kualitas yang dihadirkan juga berbeda-beda. Kondisi ini membuat pengemudi harus menggunakan kualitas minyak rem yang baik.
Jika menggunakan minyak rem dengan kualitas buruk, sudah pasti dapat memengaruhi suhunya. Bahkan bisa menjadi lebih tinggi di atas tingkat kewajaran dan membawa masalah, seperti rem blong ini.
5. Sering Menginjak Pedal Rem Terlalu Lama
Kebiasaan sering menginjak pedal rem terlalu lama dapat menyebabkan blong. Masalah ini muncul karena adanya gaya gesek antara pedal dengan kaki secara terus menerus.
Akibatnya, kaliper pun menjadi panas dalam jangka waktu yang lama. Kaliper yang terus panas membuat rem mengalami disfungsi hingga akhirnya bisa menjadi blong.
(Kemas Irawan Nurrachman)