"Kredit jangka panjang dianggap sebagai sesuatu yang membosankan bagi mereka," kata Yannes.
"Mereka tidak mau memaksakan dirinya terjebak pada kredit kendaraan berkepanjangan hingga 5 tahun atau dengan beban cicilan yang terlalu memberatkan. Sebagai catatan, sekitar 85 persen kendaraan dibeli melalui kredit," ujarnya melanjutkan.
Lebih lanjut, generasi milenial dianggap lebih senang menikmati hidupnya dengan tidak terlalu memaksakan diri untuk mengredit kendaraan yang notabene merupakan kebutuhan tertier tersebut jika kemudian mereka anggap menjadi terlalu membebani kebebasan finansial mereka.
Yannes memaparkan, terdapat riset yang menunjukkan bahwa generasi ini cenderung tidak mau mengambil cicilan kendaraan dengan masa tenor diatas tiga tahun.