Mengingat masih jarang terlihat perempuan yang terjun ke dunia STEM, Moorissa melihat kurangnya panutan perempuan di dunia STEM sebagai “tantangan yang paling besar.” Hal ini menyebabkan kurangnya motivasi terhadap perempuan untuk mencapai posisi eksekutif, khususnya di dunia teknologi dan otomotif.
“Karena jarang ya, untuk bisa melihat posisi itu adalah perempuan, karena memang enggak ada, gitu. Hampir enggak ada,” ucap Moorissa.
Pernyataan ini dudukung juga oleh Brenda Ekwurzel, seorang ilmuwan senior di bidang iklim, yang juga adalah Director of Climate Science untuk program iklim dan energi di lembaga Union of Concerned Scientists di Washington, D.C. Menurutnya, kurangnya arahan yang diberikan mengenai karir di bidang STEM adalah salah satu faktor kendala.
“Tidak punya mentor ketika kamu sedang mempelajari perjalanan karier yang berbeda dan mencari tahu apa yang perlu dilakukan untuk bisa sukses. Sebagai ilmuwan tidak hanya perlu mengerti soal sains dan melakukan penelitian. Ada banyak hal lainnya, seperti bagaimana mencari dana dan apa yang perlu dilakukan,” jelasnya kepada VOA.
Kini, dengan semakin banyak perempuan yang menempuh pendidikan secara formal dan berhasil sukses, perlu adanya lebih banyak arahan dan dukungan yang bisa meningkatkan karier mereka.
“Cari orang yang dapat membantumu, siapa pun mereka. Bertanya jika punya pertanyaan,” tambah Ekwurzel.
Moorissa pun tetap optimistis, terutama dengan adanya berbagai organisasi yang meningkatkan pemberdayaan perempuan di bidang STEM, seperti Society of Women Engineers.
“Ini sangatlah penting untuk generasi kita di masa depan,” tegasnya.
Dalam meraih cita-cita dalam bidang apa pun, pesan Moorissa hanyalah satu, yaitu “follow your heart” atau ikuti kata hati.
“Walau pun mungkin banyak orang yang enggak setuju atau berpikir keputusan kita bukan yang terbaik, we have to follow our hearts (dan) karena ketika kita follow our hearts, kita enggak mungkin nyesel,” pesan Moorissa.
“Dan ketika kita tahu apa yang kita suka, sebesar-besarnya tikungan, jalan, atau mountains, ada sedikit semangat untuk menekuni bidang tersebut,” pungkasnya.
Untuk ke depannya, Moorissa bercita-cita untuk membangun yayasan yang bertujuan untuk memberantas kemiskinan di Indonesia. (aky)
(Fetra Hariandja)