JAKARTA - Zat gelap tak dikenal menyusun sebagian besar massa di kosmos. Meski tidak terlihat namun dapat dideteksi dengan cara gravitasi menarik benda-benda seperti bintang. Sejumlah gumpalan materi gelap yang mengejutkan di gugus galaksi yang jauh membelokkan cahaya latar belakang dari objek lain.
Penemuan mengungkap gumpalan materi gelap yang lebih padat dari yang diharapkan. Ini bisa jadi menunjukkan simulasi komputer yang digunakan para peneliti untuk memprediksi perilaku gugus galaksi salah, atau pemahaman kosmolog tentang materi gelap salah, dikutip dari Science News.
Dilihat dari simulasi komputer dari gugus galaksi, gumpalan materi gelap di sekitar masing-masing galaksi yang cukup padat menyebabkan efek lensa gravitasi dramatis yang jarang terjadi.
Berdasarkan simulasi cluster yang dijalankan oleh astrofisikawan Priyamvada Natarajan dari Universitas Yale, mereka berharap untuk melihat satu peristiwa (pelepasan yang kuat) di setiap 10 cluster atau lebih, tetapi gambar teleskop menceritakan kisah yang berbeda.
Para peneliti menggunakan pengamatan dari Teleskop Luar Angkasa Hubble dan Teleskop Sangat Besar di Chili untuk menyelidiki 11 gugus galaksi dari jarak sekitar 2,8 miliar hingga 5,6 miliar tahun cahaya. Tim mengidentifikasi 13 kasus pelensaan gravitasi oleh gumpalan materi gelap di sekitar galaksi individu.