Bisa saja, dalam tabrakan itu meninggalkan serangkaian cincin serta patahan yang tepat di sepanjang satelit, yang setelah ribuan tahun proses geologi, sehingga telah menjadi alur dan palung yang dilihat para ilmuwan sekarang.
Para ilmuwan juga mengatakan, jika pemodelan itu benar, mereka telah menemukan bekas luka benturan terbesar di tata surya, dengan radius seluas 4.800 mil (7.800 km), radius itu kira-kira dua kali panjang Sungai Mississippi.
Sistem tabrakan terbesar yang diketahui saat ini, yang disebut Kawah Valhalla dan ditemukan di bulan Jupiter lainnya, Callisto, tidak ada artinya jika dibandingkan, dengan radius 1.200 mil (1.900 km).
Para ilmuwan di balik penelitian baru berharap bahwa data baru akan membantu mereka menafsirkan alur Ganymede dengan lebih baik dan memahami dengan tepat apa yang membentuknya.
Badan Antariksa Eropa sedang membangun pesawat ruang angkasa bernama Jupiter Icy Moons Explorer (JUICE), yang akan diluncurkan pada tahun 2022, misi tersebut akan berfokus pada Ganymede, Callisto, dan Europa, tiba di lingkungan tersebut pada tahun 2029.
(Martin Bagya Kertiyasa)