Ahli Geologi Temukan Aktivitas Tektonik di Bulan

INews.id, Jurnalis
Selasa 05 Mei 2020 22:40 WIB
(Foto: NASA)
Share :

CALIFORNIA - Bulan tampak seperti bongkahan batu mati yang dingin di luar angkasa, dikutip inews. Meskipun tampak seperti batu mati, bulan mungkin memiliki aktivitas tektonik.

Temuan ahli geologi mengungkap petunjuk aktivitas tektonik di sisi dekat Bulan. Bukti adanya aktivitas tektonik di sisi terdekat Bulan terlihat di punggung bukit.

“Ada asumsi Bulan sudah lama mati tapi kami terus menemukan itu bukan masalahnya. Dari paper ini tampak Bulan mungkin masih berderit dan pecah, berpotensi di masa sekarang dan kita bisa melihat bukti di punggung bukit ini,” kata ahli geologi planet Peter Schultz dari Brown University.

Bulan masih bergemuruh sudah diketahui sejak era Apollo. Seismometer yang ditempatkan di permukaan Bulan oleh astronot Apollo beberapa dekade lalu secara tak terduga mengungkapkan gempa Bulan lemah jauh di bawah permukaan dan gempa tektonik dangkal di keraknya.

Ahli geologi menyimpulkan gempa Bulan purnama adalah hasil interaksi gravitasi dengan Bumi, yang menempatkan banyak tekanan pada Bulan. Gempa Bulan dangkal sedikit lebih sulit dijabarkan.

Gempa Bulan dangkal mirip dengan gempa Bumi yang kuat. Tapi, Bulan tidak memiliki lempeng tektonik seperti yang menyebabkan Bumi bergoyang, sehingga getarannya tidak mudah dijelaskan.

Namun, tahun lalu, para ilmuwan menemukan satu kemungkinan yakni gempa tektonik disebabkan Bulan menyusut karena terus mendingin setelah terbentuk. Punggungan baru lainnya juga telah terdeteksi di sekitar cekungan yang dipenuhi lava.

“Distribusi yang kami temukan di sini meminta penjelasan yang berbeda,” kata Schultz.

Dia dan ahli geologi planet Adomas Valantinas dari Univeristy of Bern di Jerman mempelajari data yang diambil dari instrumen Diviner di atas pesawat NASA Lunar Reconnaissance Orbiter, sebuah instrumen yang mengukur suhu permukaan Bulan.

(Ahmad Luthfi)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya