JAKARTA - YouTube akhirnya menghapus channel teori konspirasi David Icke, setelah perusahaan berulang kali memperingatkan untuk tidak melanggar aturan YouTube.
"YouTube memiliki kebijakan yang jelas yang melarang konten apa pun yang memperdebatkan keberadaan dan transmisi Covid-19 seperti yang dijelaskan oleh WHO dan NHS," kata juru bicara YouTube.
Icke, yang saluran YouTube-nya memiliki hampir 1 juta pelanggan pada saat penghapusannya, menghubungkan gejala COVID-19 dan jaringan 5G seluler yang tidak berdasar.
Pria berusia 68 tahun ini telah menjadi ahli teori konspirasi aktif selama lebih dari dua dekade. Di antara pandangan kontroversial lainnya, ia membantah penjelasan yang diterima tentang penyebab serangan 9/11.
Pada 2018, Business Insider menemukan bahwa YouTube mendorong teori konspirasi Icke kepada anak-anak melalui aplikasi YouTube Kids-nya.
(Ahmad Luthfi)