Sedangkan di Tiongkok dan Korea, Tsuraya dikenal sebagai Mao-Xing dan Myo-Su Byeol (Bintang Berambut, Hairy-Head Star). Jepang mengenalnya sebagai Subaru-hoshi atau "Bintang yang berkumpul", secara populer dikenal sebagai Subaru.
Dalam tradisi agraris nusantara, munculnya Pleiades ketika fajar digunakan sebagai tanda untuk memulai menggarap sawah dan membersihkan huma, sebagai tanda awal bercocok tanam. Sedangkan di timur tengah, Tsuraya yang terbit ketika fajar merupakan penanda berakhirnya masa mewabahnya hama tanaman dan dimulainya panen buah kurma.
(Ahmad Luthfi)