JAKARTA- International Mobile Equipment Identity (IMEI) merupakan nomor unik untuk mengidentifikasi setiap perangkat seluler. Nomor tersebut membantu membedakan setiap perangkat satu sama lain.
Dilansir dari laman Make Use Of, Kamis (16/4/2020) nomor IMEI standar biasanya terdiri dari 14 digit angka, dengan tambahan digit periksa ke-15 untuk memverifikasi seluruh string. Ada juga variasi 16 digit yang mencakup informasi tentang versi perangkat lunak perangkat, yang dikenal sebagai IMEISV.
Sejak 2004, IMEI muncul dalam format AA-BBBBBB-CCCCCC-D. Bagian yang diberi label A dan B dikenal sebagai Kode Alokasi Jenis (TAC). Bagian TAC dari IMEI mengidentifikasi produsen dan model perangkat. Misalnya, kode Google Pixel TAC adalah 35-161508, sedangkan iPhone 6s Plus adalah 35-332907.
Beberapa model memiliki beberapa TAC tergantung pada revisi, lokasi pembuatan, dan faktor lainnya. Misalnya, iPhone 5C memiliki lima kode TAC berbeda. Enam digit C mewakili nomor seri unik perangkat Anda, dan produsen handset menentukannya. Bagian D dari IMEI adalah digit periksa yang memastikan IMEI memenuhi Pedoman Alokasi dan Persetujuan. Digit centang ditampilkan pada kemasan untuk mencegah perekaman IMEI yang salah, tetapi itu bukan bagian dari IMEI yang terdokumentasi.
Meskipun nomor IMEI tidak diragukan lagi signifikan, itu bukan satu-satunya persyaratan peraturan untuk ponsel cerdas Anda. Produsen harus mematuhi peraturan untuk setiap wilayah tempat mereka ingin menjual perangkat mereka. IMEI tidak menunjukkan bahwa peralatan tersebut memenuhi persyaratan keselamatan dan peraturan lainnya.