JAKARTA - Para insinyur di Universitas Stanford mempelajari perangkat yang dapat dipasangkan pada kaki untuk memudahkan berlari. Para insinyur melakukan eksperimen dengan sistem bertenaga motor yang disebut exoskeleton emulator, dikutip Sindonews.
Terdapat dua mode bantuan berjalan yang berbeda yakni bertenaga motor dan berbasis pegas.
"Ketika orang berlari, kaki mereka berperilaku seperti pegas, jadi kami sangat terkejut bahwa bantuan seperti pegas tidak efektif," kata Steve Collins, profesor teknik mesin Universitas Stanford, dikutip dari Techxplore.
Collins mengungkapkan, semua orang memiliki intuisi tentang bagaimana cara berlari atau berjalan. Bahkan para ilmuwan terkemuka masih menemukan bagaimana tubuh manusia memungkinkan bergerak secara efisien. Itulah sebabnya percobaan seperti ini sangat penting.
Jika desain masa depan dapat mengurangi beban energi untuk menggunakan exoskeleton, pelari mungkin mendapatkan manfaat kecil dari bantuan seperti pegas di pergelangan kaki. Ini diharapkan lebih murah daripada alternatif bertenaga motor.
Bingkai emulator exoskeleton pergelangan kaki diikat di tulang kering pengguna. Ini menempel pada sepatu dengan tali dililitkan di bawah tumit dan batang serat karbon dimasukkan ke sol, dekat jari kaki.
Motor yang terletak di belakang treadmill akan menghasilkan dua mode bantuan. Namun exoskeleton berbasis pegas belum tentu menggunakan motor pada produk akhirnya.