JAKARTA - Untuk menemukan konten negatif, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memanfaatkan mesin AIS. Mesin AIS ini bekerja dengan didukung teknologi kecerdasan buatan atau AI.
“Mesin AIS menggunakan artificial intelligence (AI) untuk secara cepat menentukan konten negatif,” tutur Plt. Direktur Pengendalian Aplikasi Informatika Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Anthonius Malau.
Menurut Anthonius Malau, sebagai sistem pemantauan proaktif untuk penanganan konten internet bermuatan negatif, mesin AIS bekerja dengan cara mengais (crawling) dan mengklasifikasi (jutaan) tautan yang terdeteksi mengandung konten negatif.
"Hasil pemantauan akan ditindaklanjuti dengan penanganan berupa pemblokiran akses, penonaktifan konten, serta diteruskan ke instansi terkait," jelasnya.
Kepala Seksi Pemblokiran Konten Internet Ilegal, Taruli mengungkapkan sejak periode Agustus 2018 hingga 31 Januari 2020 sebanyak 1.891.574 konten negatif di internet telah ditemukan.
Konten negatif ini terdiri dari 1.225.900 penanganan situs dan 655.647 penanganan media sosial.
"Sedangkan temuan isu hoaks dengan periode yang sama total ditemukan 4.507 isu, di mana kategori politik dan pemerintahan menempati urutan teratas. Setiap hari kita kirimkan isu-isu ke tim jubir presiden dan humas-humas di K/L,” ungkap Taruli.
(Ahmad Luthfi)