"Ini adalah situasi yang sangat rumit dan tidak biasa. Bagian terbesar dari data ditandai sebagai 'PDL', yang menunjukkan bahwa data tersebut berasal dari People Data Labs. Namun, sejauh yang kami tahu, server yang membocorkan data tidak terkait dengan PDL," kata Troia dalam blognya.
Meskipun kebocoran ini tidak memiliki informasi pribadi seperti Kata Sandi dan detail kartu kredit, kebocoran ini masih dianggap yang terbesar dalam sejarah.
Menurut wakil presiden senior CyberArk dari EMEA, Rich Turner, meskipun data yang bocor tidak memiliki informasi pribadi, alamat email, nomor telepon, dan profil media sosial masih merupakan masalah besar.
Baca Juga: Ucapan Selamat Hari Guru Menggema di Twitter
Baca Juga: Realme X2 Pro dan XT Segera Dapatkan Beta ColorOS 7
(Ahmad Luthfi)