Hasilnya, mobil bermesin konvensional tercatat menghasilkan energi panas yang lebih besar, terlebih di bagian kap mesin, di mana kamera pendeteksi panas menunjukan bagian kap mesin cukup terang sebagai indikator bagian tersebut memiliki panas yang cukup tinggi.
Sementara mobil elektrik justru menghasilkan panas lebih besar di bagian interior. Dalam pengujian tersebut juga terlihat bahwa mobil elektrik melepas panas di bagian bawah kendaraan, seperti di bagian baterai, motor listrik, dan juga rem.
Namun apa bila dibandingkan dengan energi panas yang dilepaskan oleh mobil bermesin konvensional, tentunya panas yang dihasilkan mobil elektrik ini jauh lebih rendah.
(Mufrod)