Dalam hal ini memang berbeda dengan graphene yang terdiri dari lembaran setebal satu atom. Lembaran emas ultra tipis terbuat dari asam kloroaurat, yang merupakan zat anorganik yang mengandung emas. Ketika zat pengungkung ditambahkan, emas direduksi menjadi bentuk logamnya, dengan atom-atomnya ditumpuk menjadi kisi 2D.
Tim mengatakan bentuk emas ini dapat digunakan dalam beberapa aplikasi yang saat ini digunakan untuk partikel nano emas. Dalam elektronik, lembaran tipis ini tidak hanya mengurangi jumlah emas yang dibutuhkan yang menghemat biaya untuk logam mulia tetapi mereka bisa fleksibel, memungkinkan tinta elektronik dan mungkin tampilan yang bisa ditekuk.
Baca Juga: Ngeri, Video Ini Perlihatkan Uji Kekuatan Bangunan Anti-gempa
Emas juga merupakan katalis umum untuk reaksi kimia dalam industri, dan tim menemukan bahwa lembaran emas setipis atom ini hingga 10 kali lebih efisien pada proses ini daripada nanopartikel yang biasanya digunakan.