Ibu Ramos, Maria Adata, mengatakan dia segera melaporkan kejadian tersebut ke Apple dan diperintahkan untuk mengirim telepon ke pusat layanan. Apple juga dilaporkan akan menyediakan ponsel baru dan menyelidiki penyebab ledakan. Apple sendiri belum mengomentari situasi tersebut secara terbuka.
Apple umumnya mengatakan bahwa ada beberapa hal yang dapat menyebabkan iPhone terbakar, termasuk menggunakan kabel pengisian tidak resmi dan perbaikan aftermarket. Namun, dalam kasus Ramos, keluarga mengatakan bahwa pihaknya tidak melanggar kedua hal tersebut.
Untuk informasi, ini bukan pertama kalinya terdapat kasus iPhone terbakar. Dalam beberapa kasus, apinya disebabkan oleh kepanasan karena diletakkan di bawah bantal. Dua tahun lalu, sebuah video viral di Twitter mengklaim menunjukkan iPhone 7 Plus terbakar. Pada bulan Desember, seorang pria Ohio mengatakan bahwa iPhone XS Max-nya terbakar dan meledak di sakunya.
Baca Juga: Intel Jadi Pemasok Modem 5G untuk iPhone di 2020
(Ahmad Luthfi)