Dia juga melanjutkan jika rekam jejak bisnis smartphone Huawei di Indonesia tidak terlalu mulus. Bahkan, banyak sisi negatif daripada positif.
Pertama, pada rentang waktu tertentu, layanan pusat perbaikan resmi Huawei tergolong buruk.
“Contohnya, ponsel yang rusak dan masih bergaransi resmi, saat dibawa ke sana ditolak dengan alasan suku cadang sudah tidak tersedia,”ungkap Herry.
Meskipun demikian, dia tak menampik jika kinerja pusat perbaikan Huawei sudah jauh lebih baik daripada dulu.
(Ahmad Luthfi)