Baca Juga: Pakar Keamanan Siber Sarankan Pengguna Segera Update Aplikasi WhatsApp
Hal ini mungkin mengingatkan dengan kasus Facebook terhadap pelanggaran data Cambridge Analytica, ketika CEO Mark Zuckerberg tidak terlihat selama lima hari. Untuk diketahui, peretasan WhatsApp telah menunjukan data Anda masih rentan. Facebook pun masih lambat untuk memberitahu pengguna ketika hal-hal buruk terjadi pada data itu.
Serangan WhatsApp kabarnya dibuat oleh NSO yang merupakan perusahaan yang menciptakan produk pengawasan untuk pemerintah yang represif. Menurut Komisi Perlindungan Data Irlandia, kasus ini merupakan kerentanan keamanan yang serius.
Serangan ini juga memerlukan penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan apakah ada 1,5 miliar pengguna WhatsApp yang telah terkena dampak.
(Ahmad Luthfi)