3 Tips Mengenali Berita Hoax di Medsos

Pernita Hestin Untari, Jurnalis
Kamis 14 Maret 2019 10:07 WIB
Ilustrasi (Foto: Ist)
Share :

JAKARTA- Cukup rendahnya minat baca, tetapi getol browsing di sosial media, menjadikan masyarakat Indonesia berubah menjadi trigger happy, ketimbang smart finger. Kebiasaan di sosial media, sebar dulu baru konfirmasi belakangan sehingga menghasilkan lebih banyak informasi yang salah dan berita palsu. Lalu bagaimana kita menyikapi hal ini?

Berdasarkan sebuah penelitian yang berjudul "Most Literate Nations in the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada 2016, Indonesia berada di peringkat ke-60 dari 61 negara, sebagai negara dengan minat baca terendah.

Namun, dengan peringkat Indonesia sebagai negara paling aktif keempat dalam hal penggunaan ponsel cerdas setelah Cina, India dan AS, membuat Indonesia menjadi salah satu negara "melek digital" dengan jumlah sekitar 130 juta pengguna media sosial di negara ini, dan sangat berbanding lurus untuk populasi dan sirkulasi smartphone.

Dengan minat baca yang rendah, media sosial menjadi sumber informasi alternatif, tetapi ketika tidak digunakan secara bijak, media sosial pun dapat menjadi sarana dalam penyebaran berita palsu. Konsep trigger happy (hanya berbagi berita tanpa terlalu banyak merinci), telah menjadi kebiasaan buruk sebagian besar pengguna media sosial di Indonesia. 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya