Lei Jun telah mengumumkan rencana perubahan harga tersebut secara internal kepada para pegawainya. Dia menegaskan tidak akan menjual smartphone di bawah harga 3.000 Yuan atau Rp6,3 jutaan. Kemungkinan besar harga tersebut berlaku untuk ponsel pintar seri Mi.
Sebenarnya, rumor soal Xiaomi tidak akan menjual ponsel murah telah terdengar sejak 2018 lalu. Sebab, Xiaomi identik menjual smartphone berharga murah dengan spesifikasi mumpuni. Mereka berkali-kali mengatakan tidak mengambil banyak laba. Benar saja, strategi tersebut membuat produk Xiaomi cepat dikenal.
"Kami menjual perangkat dengan harga tak jauh dari biaya produksi. Selama perangkat itu dijual, biaya komponen akan turun. Ketika kapasitas produk meningkat, kami akan mendapatkan sedikit keuntungan," terang mantan Vice President of International Xiaomi, Hugo Barra.
(Ahmad Luthfi)