Semangat inilah yang coba ditangkap oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) dalam menyelenggarakan GIIAS 2019 yang akan digelar pada 18-29 Juli nanti. Yohanes Nangoi, Ketua Umum GAIKINDO mengatakan tahun ini GIIAS 2019 mengangkat tema Future in Motion. Menurutnya saat ini masyarakat Indonesia tidak melulu harus memikirkan mobil-mobil terbaru yang akan menyapa masyarakat Indonesia.
Saat ini mereka juga harus memikirkan bagaimana mobilitas mereka di masa depan. “Kemarin saya meeting internasional bersama OICA dan disana terlihat jelas bagaimana mereka mempersiapkan segalanya untuk mobilitas modern itu. Jadi ini luar biasa perkembangannya,” ujar Yohanes Nangoi.
Mantan petinggi Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) itu mengatakan penerapan mobilitas modern di Indonesia memang tidak bisa serta merta langsung diaplikasikan. Menurutnya untuk mewujudkan mobilitas modern itu tidak hanya perlu persiapan infrastruktur yang memadai tapi juga keterlibatan seluruh pihak yang berkepentingan.
Berbagai hal akan timbul jika modernitas modern diterapkan. Mulai dari masalah sepele seperti komputerisasi data kendaraan bermotor hingga masalah hukum yang biasa muncul karena adanya kecelakaan yang melibatkan mobil otonom dengan pengguna jalan. Dia mengatakan jika mobilitas modern diterapkan salah satu yang paling mendesak diubah adalah pembuatan jalan itu sendiri.
Menurut dia jalan-jalan di Indonesia harus diperbaiki kelengkapannya berikut juga rambu-rambu yang bisa memberikan sinyal guna memandu mobillitas modern. Rambu-rambu itu akan bisa digunakan oleh mobil otonom untuk dapat berjalan tanpa pengemudi.