Jadi untuk tahap awal, Yohanes Nangoi mengatakan GAIKINDO berusaha mensosialisasikan tren ini kepada masyarakat Indonesia. Selebihnya dia berharap infrastruktur dan segala hal yang dibutuhkan untuk tren mobilitas modern ini bisa pelan-pelan dilengkapi. “Kami bisa saja membawa mobil otonom ke GIIAS 2019. Tapi infrastrukturnya belum ada jadi buat apa,” ujarnya.
Dia menyamakan problem ini dengan problem saat teve tabung hitam putih masih digunakan masyarakat Indonesia sekitar 50 tahun yang lalu. Padahal saat itu di luar Indonesia sudah banyak televisi berwarna yang digunakan masyarakat luar.
Masalahnya teve berwarna itu tidak bisa digunakan di Indonesia karena memang sinyal yang terpancar justru hanya bisa dimanfaatkan oleh televisi hitam putih. “Kenapa terjadi, karena teknologi dan infrastrukturnya belum bisa,” jelasnya.
Yohanes Nangoi berharap tema Future in Motion mampu menggerakkan masyarakat untuk mencermati tren mobilitas tersebut. Menurutnya sudah saatnya masyarakat Indonesia tidak hanya terfokus pada nilai transaksi dan jualan yang terjadi di perhelatan GIIAS
(Mufrod)