Di bawah sistem kredit sosial, warga negara dinilai berdasarkan perilaku mereka dan dapat berfluktuasi tergantung pada apa yang mereka lakukan, misalnya apakah seseorang 'jaywalking' (perilaku buruk yang bisa membuat pelaku dipermalukan di depan umum) atau membeli barang buatan China.
Skor akan ditentukan oleh teknologi yang dikelola negara termasuk pengenalan wajah, kecerdasan buatan dan kacamata pintar. Skor ini dapat memengaruhi kemampuan warga negara untuk bepergian atau memiliki properti, atau bahkan mendaftarkan anak-anak mereka di sekolah.
Baca juga: Intip Bocoran Tampilan Ponsel Lipat Xiaomi
(Ahmad Luthfi)