JAKARTA - Perkembangan teknologi mobil listrik saat ini bukan lagi menjadi hambatan bagi banyak produsen mobil, tak terkecuali bagi produsen Jaguar Land Rover.
Produsen automotif asal Inggris ini bahkan lebih mengkhawatirkan mobil listriknya bagi pengguna jalan ataupun kaum disabilitas tuna rungu, mengingat mobil listrik tak menghasilkan suara mesin maupun knalpot.
Karena itu, JLR mengembangkan teknologi Audible Vehicle Alert System (AVAS) yang disematkan pada mobil listrik produksinya. Teknologi sistem suara Avas mampu menghasilkan standar suara minimal 56 desibel.
Besara suara tersebut telah memenuhi aturan Eropa yang merupakan standar paling ketat di dunia. Suara yang bisa dihasilkan dari teknologi Avas ini dirancang untuk kecepatan minimum hingga 20 kilometer per jam.
Jaguar juga telah melakukan uji coba teknologi ini yang dipasangkan untuk model mobil listriknya I-Pace. Percobaan tersebut dilakukan langsung dengan organisasi Guide Dogs for the Blind, organisasi amal di Inggris yang didedikasikan untuk orang dengan gangguan penglihatan.
Hadirnya teknologi Avas yang telah dikembangkan Jaguar, diharapkan mobil listrik tak lagi menjadi masalah bagi pejalan kaki maupun kaum disabilitas.
(Mufrod)