JAKARTA - Majalah dan situs khusus dewasa, Playboy dikabarkan ikut dalam gerakan #DeleteFacebook. Hal ini ditunjukkan dengan dihapusnya akun resmi Playboy dari Facebook beberapa hari yang lalu.
Alasan dari ikutnya Playboy dalam gerakan ini dikarenakan mereka ingin melindungi data para pelanggan mereka. Hal ini diawali dari kasus bocornya 50 juta data pribadi pengguna Facebook beberapa waktu lalu.
"Kabar belakangan ini tentang dugaan mismanagement Facebook terkait data pengguna telah memperkuat keputusan kami untuk menyetop aktivitas di platform itu pada saat ini," jelas perwakilan Playboy seperti dikutip dari laman PR Newswire.
Dalam surat resmi tersebut, sebenarnya sudah tersirat jika Playboy sudah ingin hengkang dari platform tersebut semenjak beberapa waktu lalu. Hal ini dikarenakan menurut mereka, pihak Facebook terlalu mengekang mereka melalui aturan konten dan kebijakannya yang ketat.
Hal ini berujung kurang baik bagi bisnis mereka. Pihak Playboy menegaskan bahwa mereka harus menahan diri dalam membagikan konten mereka kepada para pengikut mereka di laman Facebook.
Pihak Playboy sendiri mengklaim dengan dihapusnya laman Facebook Playboy, mereka akan kehilangan banyak penggemar. Setidaknya, mereka menghitung akan mengecewakan 25 juta penggemar, meski tujuan mereka adalah untuk melindungi data penggemarnya.
"Kami tidak ingin menjadi pihak bersalah yang mengekspos mereka (penggemar Playboy) seperti tindakan yang kini diberitakan (kebocoran data)," jelas mereka.
Baca juga: Jerman Ingin Disiplinkan Facebook Gara-Gara Kebocoran Data
Sebelum Playboy, beberapa tokoh dan perusahaan besar lainnya sudah mencabut akun pribadi maupun laman perusahaan di Facebook dalam beberapa minggu terakhir. Salah satunya adalah Elon Musk.
Baca juga: 2 Juta Anak Muda Tak Lagi Gunakan Facebook, Ada Apa?
Musk menghapus akun Facebook pribadinya dan juga laman perusahaan SpaceX dan Tesla dari Facebook. Dia melakukan ini setelah ditantang oleh salah satu pencipta WhatsApp yang kini sudah hengkang dari perusahaannya, yakni Brian Acton.
(Kemas Irawan Nurrachman)