Bakteri Ini Mampu Menyebar ke Organ Tubuh Lain

Azizah Fitria Nur Chandani, Jurnalis
Minggu 18 Maret 2018 12:05 WIB
(Foto: Yale School of Medicine)
Share :

JAKARTA - Para peneliti terus melakukan penelitian lebih banyak mengenai hubungan bakteri hidup dalam kesehatan manusia secara keseluruhan. Baru-baru ini sebuah studi menunjukkan beberapa jenis mikroba yang melakukan perjalanan ke tempat lain dalam tubuh manusia.

Dilansir dari Sciencealert, jenis mikroba ini akan memicu penyakit autoimun yang seperti penyakit hari dan lupus dalam beberapa kasus. Tapi, hal ini akan memberi para peneliti cara untuk mengobati jenis penyakit tersebut jika mengetahui jenis bakteri secara spesifik.

Salah satu peneliti ahli imunologi. Martin Kriegel mengatakan bahwa bakteri ini tidak tinggal di usus, melainkan menemukan bakteri ini melewati lapisan usus dan muncul di organ lain. Periset dari Yale School of Medicine di Connecticut juga menunjukkan migrasi bakteri ini yang terjadi pada tikus dan juga sel hati manusia. Peneliti menemukan bukti bakteri usus di hati walaupun bakteri ini tidak tinggal di usus.

Bakteri Enterococcus gallinarum ini adalah salah satu jenis bakteri yang diketahui menyebabkan penyebaran infeksi di rumah sakit. Buktinya, para peneliti menemukan bakteri tersebut dapat merelokasi dirinya dari usus tikus ke kelenjar getah bening, hati, serta limpa.

Sementara itu, para ilmuwan sudah mengetahui mikroorganisme seperti ini dapat lolos dari usus, sebelumnya hanya dilihat sebagai pemicu dari penyakit inflamasi atau obat kemoterapi yang sepertinya terjadi secara alami. Bakteri ini mendorong produksi auto antibody dan pembengkakan pada tikus yang memicu penyakit autoimun.

Gejala autoimun pada tikus dapat dikurangi dengan menggunakan antibiotik atau vaksin. Para peneliti menemukannya dan itu menjadi sangat penting dalam menentukan bagaimana mengelola dan mencegah kondisi tersebut di masa depan. Tes lebih lanjut menunjukkan peradangan serupa mulai terjadi pada sel hati sehat yang dikultur di laboratorium, serta adanya bakteri tersebut di hati seseorang yang sudah memiliki penyakit autoimun.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Bakteri Hidup di Stasiun Luar Angkasa

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Ototekno lainnya