JAKARTA - Facebook dikabarkan akan menghentikan tindakan mereka untuk mengambil data dari salah satu anak perusahaan mereka, yakni WhatsApp. Hal ini dilakukan setelah Information Commissioner's Office (ICO) Inggris menemukan bukti jika selama ini, Facebook telah mengambil data pengguna WhatsApp.
Dalam sebuah pernyataan, perwakilan Komisi Informasi Inggris (ICO) Elizabeth Denham menjelaskan hasil penyelidikan mereka, yang kemudian berujung kepada permintaan penghentian kegiatan tersebut.
“Penyelidikan saya tidak berpusat terhadap WhatsApp yang membagikan data pribadi kepada Facebook, selama Facebook hanya menyediakan layanan saja. Yang saya khawatirkan adalah adanya kemampuan Facebook menjadi ‘Pemroses Data’. Ini merupakan praktik umum yang jika dilakukan secara konsisten di bawah undang-undang, di bawah kontrak, biasanya tidak akan menimbulkan masalah perlindungan data,” ujar Elizabeth seperti dikutip dari laman BGR, Kamis (15/3/2018).
Lebih lanjut, Elizabeth mengatakan jika dari apa yang telah mereka selidiki, ICO memiliki empat masalah terkait pengambilan data tersebut. Yang pertama adalah WhatsApp belum mengidentifikasi dasar pemrosesan yang sah untuk berbagi data.
Baca Juga : Ini Jumlah Total Pengguna Media Sosial di Indonesia
Kemudian, WhatsApp juga telah gagal memberikan informasi pemrosesan yang adil kepada para pengguna, sehubungan dengan adanya pengambilan data. Lalu, WhatsApp ditakutkan terkait pemrosesan data pribadi untuk tujuan yang tidak sesuai dengan tujuan diperolehnya data tersebut.
Terakhir, Elizabeth mengatakan bahwa pihaknya menemukan jika mereka membagikan data, maka mereka akan bertentangan dengan prinsip perlindungan data pertama dan kedua dari Undang-Undang Perlindungan Data yang telah ditetapkan oleh pemerintah Inggris.